Discuss How Developing Countries And Developed Countries Pose Distinct Challenges For Multinational Enterprises’ Ethical Behaviour

. Discuss how developing countries and developed countries pose distinct challenges for multinational enterprises’ ethical behaviour? Using examples, discuss whether and how MNEs from developed countries adapt their ethical conduct and corporate social responsibility practices according to local expectations in developing countries. . Introduction Firms that operate internationally often encounter ethical dilemmas derived from differences in ethical principles/norms between home and host countries. What course of action is right or wrong is not always easy to ascertain when there is a disagreement in cultural values and interests. Whether multinational companies should adapt their behaviour to the local standards or follow the same universal principles upheld at home is an on going debate with no definite answer. As Donaldson (1996) agreed with the philosopher Michael Walzer, “There is no Esperanto of global ethics” . This essay commences by presenting some of the main theories regarding business ethics. After examining the ethical challenges that Multinational Enterprises (MNEs) face in a global context, it will be addressed in what degree MNEs adapt their activities to meet local values and norms. This essay also presents how some existing MNEs from developed countries have implemented their ethical strategies in developing countries. . Theories on Business Ethics Business ethics are the moral principles regarding right and wrong behaviours within a corporation. In an international context this is of particular importance as what is considered as good practice in one country may be considered unethical in another. This raises the question whether ethical principles should be adapted to local culture or whether moral principles are universal and should lead to the same behaviour around the world. Two different theoretical perspectives, relativism and absolutism, reflect both views (Cavusgil et al., 2013). . Cultural relativism follows the maxim “when in Rome do as Romans do”. Problems arise when dealing...

Please ENROL FOR FREE or LOGIN to The Website to View The Entire Essay or Term Paper.
LOGIN ENROL FOR FREE
Continue Reading

Di Dalam Mengikuti Perkuliahan Epidemiologi Ada Beberapa Bab Pembahasan Yang Perlu Diperhatikan Diantaranya Yang Penting Adalah Pembahasan Tentang Epidemiologi

. BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Di dalam mengikuti perkuliahan Epidemiologi ada beberapa Bab pembahasan yang perlu diperhatikan diantaranya yang penting adalah pembahasan tentang Epidemiologi deskriptif.Epidemiologi deskriptif bertujuan Menganalisa masalah yang ada dalam suatu populasi tertentu serta menerangkan keadaan dan sifat masalah tersebut termasuk berbagai faktor yang erat hubungannya dengan timbulnya masalah. B.Tujuan Penulisan Untuk mengetahui hal-hal apa saja harus diperhatikan oleh masyarakat dan juga oleh para tenaga kesehatan didalam mengaplikasikan ilmu kesehatannya sehari-hari di masyarakat agar tidak terjadi kesalahan ataupun meminimalisasi kesalahan-kesalahan prosedur.Untuk selanjutnya di dalam melakukan penyuluhan kesehatan oleh para lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat agar dapat menjadi acuan yang berguna dikemudian hari. . . . BAB II PEMBAHASAN A.EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF . Definisi epidemiologi : Ilmu yang mempelajari keadaan dan sifat karakteristik suatu kelompok pendudu tertentu,dengan memperhatikan berbagai perubahan pada penduduk yang mempengaruhi derajat kesehatan dan kehidupan sosialnya. Ilmu yang mempelajari, menganalisa serta berusaha memecahkan berbagai masalah kesehatan maupun masalah yang erat hubungannya dengan kesehatan pada suatu . kelompok tertentu Pengertian epidemiologi -Suatu cabang ilmu kesehatan Suatu cabang ilmu kesehatan -Menganalisis sifat dan penyebaran masalah Menganalisis sifat dan penyebaran masalah kesehatan kesehatan – Filosofi dasar ilmu-ilmu kesehatan Filosofi dasar ilmu-ilmu kesehatan -Memahami hubungan interaksi antara proses fisik,Memahami hubungan interaksi antara proses fisik, biologis, dan sosial. biologis, dan sosial. – Fokus pada penduduk atau kelompok masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu. tertentu. -Cara pendekatan ilmiah mencari faktor-faktor penyebab dan hubungan sebab akibat. Ruang Lingkup epidemiologi -Epidemiologi penyakit menular -Epidemiologi penyakit tidak menular -Epidemiologi klinik -Epidemiologi kependudukan -Epidemiologi pengelolaan yankes -Epidemiologi lingkungan & kesker -Epidemiologi kesehatan jiwa -Epidemiologi gizi -Epidemiologi perilaku . . . . . . . . . . . . . . . . . . . PERANAN EPIDEMIOLOGI Fungsi utama epidemiologi: -Menerangkan besarnya masalah serta penyebarannya. -Menyiapkan data dan informasi untuk keperluan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program...

Please ENROL FOR FREE or LOGIN to The Website to View The Entire Essay or Term Paper.
LOGIN ENROL FOR FREE
Continue Reading

Di Antara Penyakit Degeneratif Atau Penyakit Tidak Menular Yang Akan Meningkat Jumlahnya Di Masa Yang Akan Datang, Diabetes Adalah Salah Satu Diantaranya

BAB I PENDAHULUAN . Di antara penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular yang akan meningkat jumlahnya di masa yang akan datang, diabetes adalah salah satu diantaranya. Peningkatan prevalensi diabetes melitus di beberapa negara berkembang adalah akibat dari peningkatan kemakmuran di negara bersangkutan (Suyono, 2006). Diabetes mellitus (DM) jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya komplikasi pada berbagai organ tubuh seperi mata, ginjal, jantung, pembuluh darah kaki, syaraf, dll. Nefropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular diabetes melitus. Abnormalitas awal yang dapat dibuktikan adalah hipertensi intrarenal, hiperfiltrasi (laju filtrasi glomerulus meningkat (GFR), dan mikroalbuminuria. Secara klinis, alat skrining yang paling pentinguntuk mengidentifikasi nefropati awal adalah deteksi mikroalbuminuria (Evans, 2000). Nefropati diabetes yang lanjut juga menjadi penyebab utamaglomerulosklerosis dan stadium akhir penyakit ginjal di seluruh dunia. Antara 20% dan 40% dari pasien dengan diabetes pada akhirnya berkembang menjadi nefropati. Riwayat alami nefropati diabetik  berbeda sesuai dengan jenis diabetes dan apakah mikroalbuminuria (didefinisikan sebagai > 30 mg tetapi < 300 mg albumin dalam urin per hari) hadir. Jika tidak diobati, 80% orang yang memiliki diabetes tipe 1 dan mikroalbuminuria akan berlanjut menjadi nefropati yang jelas (yakni proteinuria ditandai oleh > 300 mg albuminse diekskresikan per hari), sedangkan hanya 20-40% dari mereka dengandiabetes tipe 2 selama periode 15 tahun akan mengalami perkembangan. Di antara pasien yang memiliki diabetes tipe 1 dengan nefropati dan hipertensi, 50% akan terus berkembang menjadi stadium akhir penyakit ginjal dalam satu dekade (Dronavalli, 2008). Di dalam laporan perhimpunan nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 1995, disebutkan bahwa nefropati diabetik menduduki urutan nomer tiga (16,1%) setelah glomerulonefritis kronik (30,1%) dan pielonefrotis kronik (18,51 %) sebagai penyebab paling sering gagal ginjal terminal yang memerlukan cuci darah di Indonesia (Roesli, 2001). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB II LAPORAN KASUS I.Identitas Penderita Nama    : Tn. NT Umur    : 47 tahun...

Please ENROL FOR FREE or LOGIN to The Website to View The Entire Essay or Term Paper.
LOGIN ENROL FOR FREE
Continue Reading

Deskripsi Kaidah Penyusunan Laporan Penelitian

. . . . . . . . . . METODE PENELITIAN Tugas 10 “Deskripsi Kaidah Penyusunan Laporan Penelitian & Kerangka Peneleitian Kualitatif” Dosen Pengampu : Drs. FR. Sri Sartono, M.Pd . . . . Disusun Oleh: Nama      : ARI MARDIYANTO NIM      : 5301410034 Jurusan    : Pend. Teknik Elektro, S1 Semester    : VI Dikumpulkan    : 29 Mei 2013 Rombel     : 1 (satu) . . FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013 . . . A.Deskripsi kaidah menyusun laporan penelitian Penelitian adalah suatu kerja ilmiah, maka laporanyang harus dibuat harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah : 1.Penulis laporan harus tahu betul kepada siapa laporanitu ditujukan. Cara menulis artikel ilmiah di sebuahbuletin, majalah, makalah atau surat kabar akanberbeda-beda, meskipun masalah yg dikemukan sama. 2.Penulis laporan harus menyadari bahwa pembacalaporan tidak mengikuti kegiatan proses penelitian.Oleh karena itu langkah demi langkah harusdikemukakan secara jelas termasuk alasan-alasansecara jelas mengapa hal itu dilakukan. 3.Penulis menyadari bahwa latar belakang pengetahuan,pengalaman dan minat pembaca laporan tidak sama.Oleh karena itu sangat penting mengemukakandengan jelas letak dan kedudukan hasil penelitiannyadalam konteks pengetahuan secara umum. 4.Laporan penelitian merupakan elemen yang pokokdalam proses kemajuan ilmu pengetahuan. Olehkarena itu dalam menulis laporan penelitian, yangdipentingkan adalah jelas dan menyakinkan. 5.Format penulisan laporan bervariasi, namun cakupannyaadalah sama. Yang menyebabkan adanya perbedaan adalah: a.Urutan penyajian b.Penekanan materi yang dilaporkan c.Pandangan perlu tidaknya suatu bagian disampaikan kpd pembaca . A.Penelitian kualitatif Secara umum format laporan memuat hal-hal berikut : 1Halaman Judul 2Lembar Pengesahan 3Daftar Isi 4Kata Pengantar 5Ringkasan (Abstrak atauExecutive Summary ) 5.1 Tujuan 5.2 Hasil / Temuan 5.3 Simpulan 5.4 Rekomendasi . 6Isi Laporan : Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Ruang Lingkup Penelitian (Batasan &Rumusan Masalah) 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4 Metodologi Penelitian 1.5 Sistematika Pembahasan Bab II. Landasan Teori Bab III Proses Pengumpulan Data Bab IV Analisis & Pembahasan Bab V Simpulan dan Saran 7Lampiran : %1.1Daftar Pustaka...

Please ENROL FOR FREE or LOGIN to The Website to View The Entire Essay or Term Paper.
LOGIN ENROL FOR FREE
Continue Reading

Desde O Artigo De Wilson Outros Contribuíram Com Os Seus Case Studies Eu, Incluído

. DUNCUN, Paul (2010), registo em vídeo da conferência ” YOUNG PROSUMERS, VISUAL CULTURE, AND DIALOGIC PEDAGOGY “ , no contexto dos encontros de “Artes na Educação – Contextos de Aprendizagem Promotores da Criatividade”, organizados pela ANAE; APEVC, IPL, FCT e CMO., Óbidos, 7 de Maio de 2010. http://youtu.be/IH3njWTYuRY;      http://youtu.be/yrK9r8GYleE; http://www.youtube.com/watch?v=qhx4Lvydpvo ; http://youtu.be/FSXOCUPdyYA, consultados em 17 de Janeiro de 2013‎ Tradução directa, livre e sem revisões do registo audio: ” Em 1974 Wilson (DBAE, getty institute for the arts) publicou um artigo sobre um rapaz que passava a maior parte do seu tempo livre fazendo bandas desenhadas, baseados na extensa colecção da Marvell. O rapaz de dez anos desenhava narrativas muito elaboradas de aventuras acerca de super heróis, sobre o bem e o mal, a tribo do bem e metamorfoses. a maior parte das suas personagens femininas eram representadas sendo salvas por super heróis masculinos, ponto ao qual eu voltarei. usando um termo que tem sido recentemente valorizado, Jassie Halls era um PROSUMER, a palavra PROSUMER é criada pela contracção quer da palavra profissional(professional) com a palavra consumidor (consumer) quer pela contracção da palavra produtor (producer) com a palavra consumidor (consumer). Quer dizer ou um consumidor profissional, alguém que desenha sobre ou consome mass média de forma a produzir o seu próprio trabalho profissional ou significa qualquer um, incluindo pessoas se qualquer tipo de treino, como as crianças que consomem e produzem, consomem os média e produzem algo como consequência. referindo-me a gente nova vou referir-me ao termo no sentido de produtor consumidor, mas os jovens na net usam frequentemente equipamento profissional, como o final cut pro, usado também para editar filmes de Hollywood, assim, estes dois significados podem fundir-se (blur). A palavra PROSUMER foi primeiramente cunhada pelo futurologista Albert Toffland em 1980 mas concebeu a ideia geral no inicio...

Please ENROL FOR FREE or LOGIN to The Website to View The Entire Essay or Term Paper.
LOGIN ENROL FOR FREE
Continue Reading