Di Antara Penyakit Degeneratif Atau Penyakit Tidak Menular Yang Akan Meningkat Jumlahnya Di Masa Yang Akan Datang, Diabetes Adalah Salah Satu Diantaranya

Education General Healthcare

BAB I PENDAHULUAN . Di antara penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular yang akan meningkat jumlahnya di masa yang akan datang, diabetes adalah salah satu diantaranya. Peningkatan prevalensi diabetes melitus di beberapa negara berkembang adalah akibat dari peningkatan kemakmuran di negara bersangkutan (Suyono, 2006). Diabetes mellitus (DM) jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya komplikasi pada berbagai organ tubuh seperi mata, ginjal, jantung, pembuluh darah kaki, syaraf, dll. Nefropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular diabetes melitus. Abnormalitas awal yang dapat dibuktikan adalah hipertensi intrarenal, hiperfiltrasi (laju filtrasi glomerulus meningkat (GFR), dan mikroalbuminuria. Secara klinis, alat skrining yang paling pentinguntuk mengidentifikasi nefropati awal adalah deteksi mikroalbuminuria (Evans, 2000). Nefropati diabetes yang lanjut juga menjadi penyebab utamaglomerulosklerosis dan stadium akhir penyakit ginjal di seluruh dunia. Antara 20% dan 40% dari pasien dengan diabetes pada akhirnya berkembang menjadi nefropati. Riwayat alami nefropati diabetik  berbeda sesuai dengan jenis diabetes dan apakah mikroalbuminuria (didefinisikan sebagai > 30 mg tetapi < 300 mg albumin dalam urin per hari) hadir. Jika tidak diobati, 80% orang yang memiliki diabetes tipe 1 dan mikroalbuminuria akan berlanjut menjadi nefropati yang jelas (yakni proteinuria ditandai oleh > 300 mg albuminse diekskresikan per hari), sedangkan hanya 20-40% dari mereka dengandiabetes tipe 2 selama periode 15 tahun akan mengalami perkembangan. Di antara pasien yang memiliki diabetes tipe 1 dengan nefropati dan hipertensi, 50% akan terus berkembang menjadi stadium akhir penyakit ginjal dalam satu dekade (Dronavalli, 2008). Di dalam laporan perhimpunan nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 1995, disebutkan bahwa nefropati diabetik menduduki urutan nomer tiga (16,1%) setelah glomerulonefritis kronik (30,1%) dan pielonefrotis kronik (18,51 %) sebagai penyebab paling sering gagal ginjal terminal yang memerlukan cuci darah di Indonesia (Roesli, 2001). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB II LAPORAN KASUS I.Identitas Penderita Nama    : Tn. NT Umur    : 47 tahun…

Please ENROL FOR FREE or LOGIN to The Website to View The Entire Essay or Term Paper.
LOGIN ENROL FOR FREE